Rais Khair Nilai Kebijakan Komdigi lewat PP TUNAS Sudah Tepat

Medan, inidetik.com — Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS yang mengatur pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur mendapat dukungan dari kalangan pelajar. Rais Khair menilai langkah tersebut sebagai kebijakan yang tepat di tengah meningkatnya tantangan dunia digital.

Pemuda yang akrab disapa Rais ini merupakan pelajar dan perwakilan generasi muda. Rais Khair, seorang pelajar yang merupakan peserta Parlemen Remaja 2025, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.

Rais menilai kebijakan ini sejalan dengan upaya perlindungan anak di era digital. mengingat usia anak yang belum dewasa untuk menggunakan sosial media secara bijak.

Ia menyampaikan bahwa kebijakan yang diinisiasi oleh Meutya Hafid ini merupakan langkah tepat dalam menghadapi tantangan penggunaan media sosial di kalangan anak dan remaja.

“Sebagai pelajar, saya melihat langsung bagaimana Sosial Media bisa memengaruhi fokus belajar, kesehatan mental, hingga cara berinteraksi. PP TUNAS ini menurut saya adalah langkah yang tepat dan memang dibutuhkan saat ini,” ujar Rais Khair kepada Media Kamis (19/03/2026).

Menurutnya, anak-anak dan remaja masih berada dalam tahap perkembangan sehingga membutuhkan batasan yang jelas dalam mengakses teknologi digital. Tanpa pengawasan dan regulasi, penggunaan media sosial dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti kecanduan, paparan konten yang tidak sesuai usia, hingga penurunan produktivitas.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk pembatasan kebebasan, melainkan sebagai upaya menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi anak-anak Indonesia.

“Ini bukan soal melarang, tapi bagaimana mengatur agar penggunaannya lebih bijak. Kita tetap bisa memanfaatkan teknologi, tapi dengan cara yang lebih bertanggung jawab,” tambahnya.

Rais Khair turut mengajak masyarakat, khususnya para pelajar, untuk mendukung implementasi PP TUNAS serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital sejak dini. Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang lebih cerdas, sehat, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

BERITA MEDAN

Writer: BKA | Editor: FS