
Pematangsiantar I inidetik.com Hampir dua pekan sejak relokasi pedagang Pasar Horas ke Jalan Merdeka Bawah, fasilitas dasar berupa toilet umum yang dijanjikan pemerintah kota belum juga terwujud. Hal ini membuat para pedagang merasa dibohongi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, Junaidi Sitanggang, serta Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ), Bolmen Silalahi.
Sejumlah pedagang mengaku kecewa karena sebelumnya, Sekda pernah berjanji bahwa toilet umum akan segera disediakan di lokasi relokasi. Namun hingga kini, janji itu tak kunjung terealisasi.
“Sudah dua minggu kami di sini, tapi mau pipis pun payah. Harus numpang ke Dinas Pendidikan, kan kami segan. Kalau satu hari sampai tiga kali buang air ke situ, sekali mungkin enak numpang, tapi tiap hari kan nggak wajar juga. Target kami hanya dua bulan di sini, tapi kalau sudah sebulan baru dibuat WC, untuk apa lagi sama orang itu lah itu,” ungkap seorang pedagang yang sebelumnya sempat menolak pemindahan.
“Ada lagunya itu, Bang: janji-janji tinggal janji,” ujar pedagang lain sambil bernyanyi bersama rekan-rekannya.
Kekecewaan pedagang semakin bertambah lantaran mereka juga mulai khawatir soal kelanjutan pembangunan Pasar Horas. Mereka mempertanyakan apakah perobohan gedung empat Pasar Horas Jaya bisa selesai sesuai target dua bulan atau justru bernasib sama dengan janji toilet yang tak kunjung ada.
Rencananya, Senin 20 Oktober 2025 mendatang, para pedagang akan kembali mempertanyakan langsung kepada Sekda Pematangsiantar terkait janji-janji tersebut melalui aksi damai.(RL07)


