Banjir Besar Landa Bali, 14 Orang Tewas dan Ratusan Warga Mengungsi

Denpasar I inidetik.com Bali dilanda bencana banjir besar yang menewaskan sedikitnya 14 orang dan menyebabkan 2 orang lainnya masih hilang hingga Kamis (11/9/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sebanyak 562 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang merendam pemukiman, fasilitas umum, dan jalan di berbagai wilayah.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Pulau Dewata, dipicu fenomena cuaca gelombang ekuatorial Rossby yang memperkuat pembentukan awan konvektif. Akibatnya, 123 titik banjir terpantau di seluruh Bali, dengan konsentrasi terbanyak di Denpasar sebanyak 81 titik. Selain itu, tanah longsor juga dilaporkan di 18 lokasi yang tersebar di Gianyar, Karangasem, dan Badung.

Sejumlah kabupaten/kota terdampak paling parah antara lain Denpasar, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan. Rumah warga, toko, serta fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, sementara akses jalan di beberapa titik sempat terputus.

Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan. Tim gabungan yang terdiri dari ratusan personel TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian korban hilang serta membersihkan lumpur dan puing-puing sisa banjir.

“Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban, pencarian warga yang masih hilang, dan pemulihan akses di wilayah terdampak,” ujar seorang pejabat BPBD Bali.

Seiring meredanya hujan, debit air di sejumlah sungai mulai menunjukkan tanda-tanda normal. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi beberapa hari ke depan.