BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem, Hujan Petir hingga Banjir Rob di Sejumlah Wilayah

Jakarta | inidetik.com Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada Minggu (2/11/2025), meliputi hujan disertai petir, suhu panas maksimum, serta potensi banjir rob di sejumlah daerah.

Prakirawan BMKG Annisa Lestari menyampaikan dalam siaran daring di Jakarta bahwa hujan ringan berpotensi mengguyur Tanjung Pinang, Padang, Jambi, Bengkulu, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Palangkaraya, Palu, Sorong, dan Manokwari.

Sementara itu, hujan sedang berpotensi terjadi di Medan, Serang, Mataram, Tanjung Selor, Mamuju, Makassar, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.

Untuk wilayah Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bandung, Samarinda, Banjarmasin, dan Merauke, BMKG memperingatkan kemungkinan hujan disertai petir.

Adapun wilayah Banda Aceh, Palembang, Bandar Lampung, Kupang, Pontianak, Gorontalo, Manado, Kendari, Ternate, dan Ambon diperkirakan berawan tebal hingga berkabut, dengan suhu udara berkisar 29–33°C.

Selain itu, suhu panas maksimum 30–34°C diprakirakan terjadi pada siang hari di Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Samarinda, Tanjung Selor, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Gelombang Tinggi dan Potensi Rob

BMKG juga mengingatkan para pelaku pelayaran dan pengguna transportasi laut agar waspada terhadap gelombang tinggi 2,5–4 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga perairan Papua.

Selain itu, terdapat potensi banjir rob di wilayah pesisir Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Maluku bagian tengah.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut Annisa, dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh Siklon Tropis 98W di laut Filipina utara Papua dengan kecepatan angin mencapai 20 knot.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di beberapa lokasi, yakni laut Andaman, Laut China Selatan, Laut Jawa bagian selatan, Kalimantan Barat, hingga perairan utara Aceh dan Banten bagian selatan, serta Sarawak Malaysia hingga Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan aktivitas konvektif yang berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia.(*)