BERITA UNGGULAN BNN Aceh dan Komisi III DPR RI Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Antinarkoba...

BNN Aceh dan Komisi III DPR RI Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Antinarkoba di Gampong

ACEH BESAR, inidetik.com — Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, H. T. Ibrahim, ST, MM, mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba hingga ke tingkat gampong. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting untuk melindungi generasi muda Aceh dari ancaman narkotika yang semakin mengkhawatirkan.

Ajakan tersebut disampaikan H. T. Ibrahim saat membuka Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba, Kemitraan BNN dan Komisi III DPR RI, bertema “Desa Bersih Narkoba, Generasi Kuat, Masa Depan Hebat” di Hotel Hijrah, Lambaro, Aceh Besar, Sabtu (24/10/2026).

H. T. Ibrahim mengatakan, peredaran narkoba di Aceh Besar dan Banda Aceh sudah sangat memprihatinkan karena telah menjangkau pelosok gampong. Kondisi tersebut menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda sehingga membutuhkan perhatian dan tindakan bersama.

Menurutnya, situasi itu semakin memprihatinkan mengingat Aceh dikenal sebagai daerah Serambi Makkah yang menerapkan syariat Islam.

“Kita malu melihat kondisi ini. Aceh dikenal sebagai Serambi Makkah, daerah yang menerapkan syariat Islam, tetapi generasi kita justru menghadapi ancaman narkoba yang begitu serius,” kata H. T. Ibrahim.

Ia juga menyinggung pengungkapan laboratorium rahasia (clandestine lab) narkotika di Kabupaten Pidie, oleh tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai beberapa waktu lalu.

Diketahui, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto juga terjun langsung ke lokasi pabrik gelap tersebut pada Jumat (23/10)kemarin. Laboratorium rahasia itu diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkoba internasional lintas negara yang melibatkan sindikat asal China.

Menurut H. T. Ibrahim, pengungkapan tersebut menjadi peringatan keras bahwa ancaman narkotika harus ditangani secara serius dan tidak boleh diabaikan.

Ia turut menyoroti kekhawatiran terhadap tindak kriminalitas, termasuk pencurian, yang menurutnya terjadi di berbagai tempat dan dikaitkan dengan penyalahgunaan narkoba.

Berita Terkait  Kuah Pliek hingga Tebak Gerakan, HT Ibrahim dan PDRI Aceh Bikin HUT Demokrat Jadi Pesta Rakyat

Karena itu, H. T. Ibrahim menegaskan bahwa upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum yang tegas. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh bahaya narkotika.

“Jangan main-main dengan narkoba. Insyaallah, BNN dan Polresta Banda Aceh tidak akan main-main dan sangat serius dalam menangani persoalan ini,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh peserta sarasehan untuk meneruskan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, khususnya generasi muda di gampong masing-masing.

H. T. Ibrahim berharap para peserta dapat menjadi pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata yang melibatkan masyarakat secara luas.

“Jadilah pelopor antinarkoba di desa dan gampong masing-masing. Sosialisasikan bahayanya kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga masa depan generasi kita?” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi peredaran narkoba di Aceh. Ia menilai, persoalan narkotika tidak boleh dihadapi dengan sikap diam, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak.

Dedy mengapresiasi perhatian H. T. Ibrahim terhadap persoalan narkotika dan upayanya mendorong penegakan hukum di Indonesia. Ia berharap kemitraan antara BNN dan Komisi III DPR RI dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi ancaman narkoba.

Ia juga berharap kegiatan sosialisasi tersebut mampu membangun kesadaran generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Harapan kita, generasi Aceh dan bangsa Indonesia menjadi generasi yang produktif, bukan generasi yang lemah dan tidak sehat secara mental,” ujarnya.

Berita Terkait  AHY Tinjau Kerusakan Bencana di Aceh Tamiang, Doring Percepatan Logistik dan Pemulihan Infrastruktur

Kegiatan yang diikuti sekitar seratus lebih peserta itu menghadirkan narasumber yaitu Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh, Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Aceh. Dan turut dihadiri anggota DPRK Aceh Besar Dahlan dan Firdaus Armia, serta anggota DPRK Banda Aceh Muhammad Arifin.

Melalui sarasehan ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun gampong yang bersih dari narkoba serta melindungi generasi muda demi masa depan Aceh yang lebih baik.

BERITA BANDA ACEH

Writer: Joe | Editor: FS