Dusit Soroti Pencapaian Langka Michelin di Hotel, Restoran, hingga Alumni Kulinernya

Bangkok, inidetik.com – Grup perhotelan asal Thailand, Dusit International, menyoroti pencapaian langka berupa pengakuan Michelin yang merata di seluruh ekosistem bisnisnya, mulai dari hotel, restoran, hingga para chef lulusan institusi pendidikan kuliner di bawah naungan Dusit.

Dalam keterangan resminya, Selasa (3/2/2026), Dusit menyebut pencapaian ini mencerminkan pendekatan jangka panjang yang terintegrasi antara pengalaman tamu, keunggulan kuliner, serta pengembangan sumber daya manusia berbasis filosofi Thai-inspired gracious hospitality.

Sepanjang 2025, tiga hotel Dusit, yakni Dusit Thani Bangkok, Dusit Thani Kyoto, dan Dusit Thani Mactan Cebu dianugerahi satu Michelin Key oleh Michelin Guide. Penghargaan tersebut diberikan kepada hotel dengan kualitas pengalaman menginap luar biasa, mencakup desain, layanan, serta karakter lokal yang kuat.

Di sektor kuliner, Dusit juga mencatat sejarah lewat Cannubi by Umberto Bombana di Dusit Thani Bangkok yang meraih satu Michelin Star, menjadikannya restoran Italia pertama di Thailand yang memperoleh penghargaan tersebut.

Pengakuan Michelin ini tidak hanya berhenti pada properti dan restoran, tetapi juga menyasar talenta yang dibentuk melalui Dusit Hospitality Education. Selama lebih dari tiga dekade, Dusit Thani College telah melahirkan chef dan profesional kuliner yang kini berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam edisi terbaru Michelin Guide, restoran AKKEE milik Chef Sittikorn ‘Au’ Chantop dan GOAT Bangkok milik Chef Parkorn ‘Tan’ Kosiyabong kembali meraih satu Michelin Star untuk tahun kedua berturut-turut. GOAT Bangkok juga memperoleh Michelin Green Star berkat komitmennya terhadap praktik berkelanjutan.

Sementara itu, restoran M-O-K dan AGAVE di Ubon Ratchathani yang dikelola alumni Dusit Thani College menerima penghargaan Bib Gourmand, yang diberikan kepada restoran dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau serta mengangkat identitas kuliner daerah.

Pengembangan talenta juga diperkuat melalui Le Cordon Bleu Dusit – Culinary Arts School Bangkok, kolaborasi antara Dusit dan Le Cordon Bleu. Lulusan institusi ini antara lain Chef Pichaya ‘Pam’ Soontornyanakij, yang dinobatkan sebagai Asia’s Best Female Chef 2024 dan The World’s Best Female Chef 2025. Restorannya, POTONG, kembali meraih Michelin Star dan masuk peringkat 13 The World’s 50 Best Restaurants 2025.

Nama lain, Chef John Chantarasak, juga memperoleh satu Michelin Star melalui restoran AngloThai di London dengan pendekatan inovatif terhadap cita rasa Thailand.

CEO Grup Dusit International, Chanin Donavanik, mengatakan rangkaian pengakuan Michelin tersebut mencerminkan kekuatan pendekatan Dusit yang berfokus pada kesinambungan dan pengembangan kualitas.

“Pengakuan ini menunjukkan bahwa Thai-inspired gracious hospitality tidak hanya tentang pengalaman tamu, tetapi juga tentang membangun standar, keterampilan, dan fondasi bagi pertumbuhan talenta di industri perhotelan global,” ujarnya melalui email Redaksi Media, Kamis (5/2/2026).

Selain Dusit Thani College dan Le Cordon Bleu Dusit, Dusit juga mengembangkan The Food School Bangkok, sekolah kuliner berbasis industri yang menggandeng ALMA (Italia) dan Tsuji Culinary Institute (Jepang), guna memperluas akses pendidikan profesional bagi praktisi dan calon pengusaha kuliner.

Didirikan pada 1949, Dusit International merupakan grup perhotelan terkemuka yang tercatat di Bursa Efek Thailand. Operasinya mencakup hotel dan resor, pendidikan perhotelan, bisnis makanan, pengembangan properti, serta layanan terkait perhotelan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan jangka panjang.

BERITA MANCANEGARA

Writer: AN | Editor: FS