Pramuka Sumut Turunkan 5.000 Relawan, Bangun Posko di Seluruh Kabupaten/Kota untuk Tangani Banjir dan Longsor

MEDAN |inidetik.com Gerakan Pramuka Sumatera Utara (Sumut) kembali membuktikan bahwa nilai-nilai pengabdian bukan sekadar seremonial. Di tengah rentetan banjir dan longsor yang melanda berbagai daerah, Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumut menggerakkan mesin kemanusiaannya: sekitar 5.000 relawan diturunkan serentak, dari ujung Tapanuli hingga pesisir Pantai Timur.

Langkah cepat ini menjadi respon nyata atas meningkatnya intensitas bencana dalam dua minggu terakhir, yang menyebabkan ribuan warga mengungsi, infrastruktur rusak parah, dan aktivitas masyarakat lumpuh di sejumlah wilayah.

Posko Siaga 24 Jam di 28 Kabupaten/Kota

Untuk memastikan penanganan yang terkoordinasi, Kwarda Sumut telah menginstruksikan semua Kwartir Cabang (Kwarcab) di 28 kabupaten/kota agar mendirikan Posko Bantuan Bencana Terpadu. Posko ini menjadi nerve center pusat komando lapangan bagi relawan, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan mitra penanggulangan bencana lainnya.

“Instruksi sudah kita sampaikan ke seluruh Kwarcab. Setiap daerah harus menyiapkan posko siaga 24 jam sebagai pusat koordinasi dan percepatan penanganan,” tegas Dr. Dikky Anugerah, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumut.

Ia menambahkan bahwa pengerahan ribuan relawan ini bukan semata rutinitas tanggap darurat, tetapi manifestasi bakti tanpa pamrih yang menjadi roh Pramuka sejak dulu.

Relawan dari Berbagai Satuan Siap di Garda Terdepan

Ribuan relawan yang dikerahkan berasal dari berbagai satuan, seperti Pramuka Peduli, Saka Bhayangkara, Saka Wirakartika, dan unit-unit lain yang telah mendapat pelatihan dasar kebencanaan, pertolongan pertama, hingga navigasi darurat.

“Kami bergerak karena ini bagian dari Dasa Dharma: Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Relawan-relawan ini sudah siap, mental dan keterampilannya,” ujar Dikky.

Mereka saat ini telah menyebar ke daerah-daerah yang mengalami dampak terberat, termasuk Padang Lawas, Deli Serdang, serta sejumlah titik rawan lain yang membutuhkan tenaga evakuasi maupun pemulihan cepat.

Empat Fokus Utama Misi Kemanusiaan

Setiap posko di kabupaten/kota menjadi sentral koordinasi bantuan dengan empat bidang utama:

1. Evakuasi dan Penyelamatan

Relawan membantu tim SAR mengevakuasi warga yang terjebak banjir, memindahkan lansia, anak-anak, dan ibu hamil dari zona bahaya, serta membantu membuka jalur yang tertutup longsor.

2. Distribusi Logistik & Dapur Umum

Dapur umum didirikan di beberapa titik pengungsian untuk menyediakan makanan hangat, air bersih, dan perlengkapan harian sering kali menjadi sumber harapan pertama bagi warga yang kehilangan rumah.

3. Trauma Healing

Pendampingan psikososial, terutama bagi anak-anak, dilakukan agar mereka merasa aman, tenang, dan tidak semakin terbebani oleh situasi bencana.

4. Pembersihan Pasca Bencana

Rumah warga, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum dibersihkan dari lumpur dan puing untuk mempercepat proses pemulihan kehidupan normal.

Koordinasi Berlapis: Kunci Keberhasilan

Kwarda Sumut memastikan bahwa setiap langkah relawan berada dalam koordinasi ketat dengan BPBD, TNI/Polri, serta pemerintah daerah setempat. Pendekatan ini penting untuk menghindari duplikasi bantuan dan memaksimalkan tenaga relawan.

“Relawan kita bekerja di bawah komando BPBD untuk memastikan keselamatan tetap nomor satu. Posko Kwarcab akan menjadi simpul penghubung seluruh jaringan penanggulangan bencana di Sumut,” kata Dikky.

Harapan untuk Pemulihan Lebih Cepat

Dengan pasukan relawan yang masif dan posko yang tersebar merata, masyarakat Sumatera Utara setidaknya memiliki tumpuan harapan di tengah situasi sulit. Keterlibatan Pramuka, terutama dalam skala besar seperti ini, menjadi simbol bahwa solidaritas sosial masih kuat di tengah cuaca ekstrem dan ketidakpastian alam.

Banjir dan longsor mungkin tidak bisa sepenuhnya dicegah, tetapi hadirnya 5.000 tangan-tangan muda yang bekerja siang dan malam menjadikan beban ribuan keluarga terdampak terasa lebih ringan.(*)