
Jakarta I inidetik.com Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan seluruh beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disalurkan Perum Bulog ke masyarakat berada dalam kondisi baik, layak konsumsi, dan terjaga mutunya.
“Kami di Badan Pangan Nasional bersama Bulog selalu memastikan beras yang disalurkan ke masyarakat dalam kondisi baik,” kata Arief di Jakarta, Rabu (8/10).
Arief menegaskan, beras yang disalurkan Bulog telah melalui serangkaian proses pemeriksaan untuk memastikan kualitasnya tetap terjaga. Upaya menjaga mutu stok CBP, lanjutnya, dilakukan secara konsisten dan tanpa toleransi terhadap kesalahan.
“Harus zero mistake kalau urusannya kualitas beras untuk masyarakat,” tegas Arief.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan Bulog terus melakukan berbagai langkah ekstra selama penyimpanan stok CBP agar kualitas tetap terjamin.
Dengan penyerapan produksi dalam negeri yang telah menembus 3 juta ton, kata Ketut, upaya penjaminan mutu menjadi sangat penting sebelum beras disalurkan.
“Teman-teman di Bulog tidak kendur melaksanakan pemeliharaan rutin di gudang. Ini dilakukan agar potensi penurunan mutu bisa dikendalikan. Masyarakat harus mendapatkan beras Bulog yang kualitasnya baik,” ujarnya.
Langkah pemeliharaan yang dilakukan Bulog meliputi pemeriksaan awal saat beras masuk gudang, pengecekan kualitas secara berkala, sanitasi gudang, hingga spraying dan fumigasi bila ditemukan indikasi serangan hama.
Selain itu, dalam proses penyaluran ke masyarakat, Bulog tetap memperhatikan kondisi riil beras. Apabila ditemukan penurunan mutu, tindakan cepat dilakukan seperti pemisahan dan reprocessing (pengolahan kembali).
“Bulog memastikan hanya beras layak konsumsi yang disalurkan ke masyarakat,” kata Ketut.
Berdasarkan data Bapanas hingga 6 Oktober 2025, posisi stok beras di Bulog mencapai 3,89 juta ton, terdiri atas 3,83 juta ton CBP dan 56,6 ribu ton beras komersial. Dari jumlah tersebut, stok yang berasal dari pengadaan dalam negeri mencapai 3,091 juta ton, dengan realisasi penyaluran ke masyarakat sebesar 870,8 ribu ton melalui berbagai program pemerintah.


