
Medan, inidetik.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan terus memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) melalui kegiatan pembinaan tingkat SMP yang dilaksanakan pada 20–21 Mei 2026. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Kota Layak Anak sekaligus memperkuat sistem pendidikan yang aman, inklusif, serta berorientasi pada perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Kota Medan sekaligus penanggung jawab pelaksanaan kegiatan, Prayogi, M.Pd, mengatakan pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong satuan pendidikan agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
“Program ini merupakan bagian dari langkah strategis mewujudkan Kota Layak Anak sekaligus memperkuat sistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan anak,” ujarnya.
Selain memperkuat konsep pembelajaran ramah anak, kegiatan tersebut juga menyoroti pengembangan Roadmap Strategis Muatan Lokal Edukasi Hukum Ramah Anak yang dirancang melalui sembilan tahapan strategis, mulai dari penyusunan gagasan akademik, pembentukan tim penyusun, penyusunan kurikulum, uji publik, penetapan regulasi daerah, pilot project sekolah, pelatihan guru, implementasi bertahap, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
Roadmap tersebut menempatkan pendidikan hukum anak sebagai salah satu instrumen penting dalam pembentukan karakter siswa sejak dini. Materi yang dipersiapkan meliputi pemahaman hak anak, pencegahan perundungan (bullying), literasi digital, kesehatan mental, pendidikan karakter, hingga penguatan kesadaran hukum di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Disdikbud Kota Medan menghadirkan akademisi sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Studi Pembangunan dan Kebijakan Publik (LSPKP) Merah Putih, Dr. Bahrul Khair Amal, M.Si, sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan materi mengenai pembangunan kurikulum, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta proses pembelajaran yang berpusat pada anak.
Menurut Dr. Bahrul Khair Amal, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sekadar menyangkut proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan lembaga pendidikan dalam menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman.
“Tantangan pendidikan saat ini meliputi ketertinggalan adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi, lemahnya pendidikan karakter, pengaruh budaya global tanpa filter, serta kesenjangan akses teknologi,” ujarnya kepada media, Rabu (20/05/2026).

Lebih lanjut, materi pembinaan juga menyoroti sejumlah sekolah di Sumatera Utara yang telah memperoleh status Sekolah Ramah Anak berstandarisasi nasional.
Beberapa di antaranya yaitu SMK Negeri 1 Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, SD Negeri 100703 Batang Toru, TK Negeri Pembina Tanjung Morawa, RA Marhamah Rantau Prapat, serta SMA Negeri 2 Medan.
Keberadaan sekolah-sekolah tersebut dinilai dapat menjadi model bagi satuan pendidikan lainnya dalam menerapkan sistem pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Medan dalam sambutannya yang disampaikan melalui Sekretaris Dinas, Andi Yudhistira, M.Pd, berharap penguatan program Sekolah Ramah Anak mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kesadaran sosial yang baik.
“Kita berharap program ini dapat membentuk generasi yang memahami hak dan kewajiban, memiliki literasi digital yang sehat, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan,” katanya.
Selain menghadirkan akademisi, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai unsur pemerhati pendidikan dan perlindungan anak. Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Kualitas Keluarga DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, Dr. Devita Mesayu, S.H., M.Hum, kemudian Penggiat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ICMI Muda, Junaidi, S.Pd, serta Rico Imanta Ginting, M.Kom.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh dan pemerhati pendidikan Sumatera Utara, Drs. H. Bahrumsyah, MM, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara periode 2009–2011 sekaligus Ketua Tim Penilaian Kota Layak Anak (KLA) DP3AKB Kota Medan.
BERITA MEDAN
Writer: BKA | Editor: FS


