
Dorong Hilirisasi UMKM, DPRD Jateng Gelar Workshop Sterilisasi Makanan di Pekalongan
PEKALONGAN, inidetik.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil XIII, Hj. Nur Fatwah, menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk workshop pengenalan sterilisasi makanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Jawa Tengah yang, menurut Nur Fatwah, menjadi agenda rutin bulanan di dapilnya.
Workshop yang berlangsung di Pekalongan tersebut diikuti puluhan pelaku UMKM dari Komunitas IHOMIC Pekalongan dan UMKM Gerak Nusantara Jawa Tengah. Panitia menghadirkan narasumber dari LPK Pandega Semarang, yakni Direktur Laili Hidayah Dwi Rini, Manajer Roro Istilah Wulandari, S.H., M.H., serta Wahyu Danu Kartika selaku tim teknis LPK Pandega.
Selama acara, peserta mengikuti materi teori sekaligus praktik langsung, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, sterilisasi, pengukusan, pengalengan, hingga teknik pemasaran produk.

Ketua Komunitas IHOMIC Pekalongan yang juga Tokoh UMKM Perempuan Gerak Nusantara Jawa Tengah, Ely Kartika Sari, S.E., mengaku peserta yang hadir sebagian besar merupakan pelaku UMKM klaster kuliner sehingga materi workshop dinilai relevan dan bermanfaat.
“Mereka yang datang hari ini adalah pelaku UMKM klaster kuliner, jadi materi workshop hari ini sangat ditunggu dan bermanfaat untuk kami semua. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Nur Fatwah atas terselenggaranya workshop yang berkualitas ini. Manfaatnya langsung kami rasakan, baik dari sisi ilmu maupun peluang bisnis ke depan,” ujar Ely.
Senada dengan itu, Nur Fatwah mengapresiasi antusiasme peserta dan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM di Jawa Tengah, khususnya di Dapil XIII yang meliputi Pekalongan Raya, Batang, dan Pemalang.

“Secara pribadi saya juga menjalankan usaha, sehingga saya sangat terkesan dengan antusiasme peserta hari ini. Langkah selanjutnya, kami akan membentuk badan usaha atau koperasi UMKM. Selain berfungsi sebagai fasilitator produksi, koperasi ini juga akan berperan sebagai agregator. Dengan inovasi makanan kaleng, produk lokal bisa lebih tahan lama dan lebih mudah didistribusikan ke seluruh Nusantara. Bukan tidak mungkin, ke depan kami akan mengemas megono dan pindang tetel—makanan khas Pekalongan—untuk difasilitasi produksinya, ditampung, lalu diekspor ke luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, mendorong UMKM merupakan bagian dari amanah konstitusional yang diembannya sebagai wakil rakyat.
“Sebagai anggota DPRD Jawa Tengah, ini juga merupakan amanah konstitusi yang saya emban, untuk menampung aspirasi masyarakat dan melaksanakannya sesuai tugas dan fungsi saya sebagai wakil rakyat,” tutupnya.
(Dok.pribadi/kang_kamplenk)


