dr. Cana Rifiza Bangun Edukasi Kesehatan Wanita Berbasis Functional Medicine dan integrative Medicine

Medan, inidetik.com — Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan berbasis pencegahan, nama dr. Cana Rifiza Rahmawani Saragih, MKT muncul sebagai salah satu dokter yang konsisten mengedukasi publik, khususnya perempuan, melalui pendekatan functional medicine dan integrative medicine.

Sebagai dokter umum sekaligus staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU), dr. Cana memadukan dunia akademik dengan praktik klinis, telemedicine, dan praktik pribadi. Baginya, pengobatan tidak berhenti pada pemberian obat, melainkan dimulai dari memahami tubuh secara menyeluruh.

Dalam praktiknya, dr. Cana menekankan bahwa banyak keluhan kesehatan terutama pada perempuan kerap dianggap wajar dan dinormalisasi, padahal merupakan sinyal awal ketidakseimbangan tubuh.

“Tubuh selalu memberi sinyal ketika ada yang tidak seimbang. Tugas kita adalah memahami sinyal itu, bukan menormalisasi keluhan,” ujar dr. Cana pada keterangan tertulisnya, Minggu (1/2/2026).

Pendekatan functional medicine yang ia terapkan berfokus pada pencarian akar masalah, dengan perhatian khusus pada keseimbangan hormon wanita, kesehatan pencernaan dan mikrobioma, serta pencegahan penyakit berbasis gaya hidup.

Sementara itu, integrative medicine menjadi jembatan antara ilmu kedokteran modern dan pendekatan holistik, termasuk pengaturan nutrisi, pola hidup sehat, hingga terapi pendukung seperti apiterapi berbasis produk perlebahan.

Menurut dr. Cana, kesehatan perempuan memiliki kompleksitas tersendiri yang membutuhkan pendekatan personal dan berkelanjutan.

“Kesehatan wanita tidak bisa diseragamkan. Setiap orang punya cerita, gaya hidup, dan kondisi tubuh yang berbeda. Di situlah pendekatan integratif menjadi relevan,” jelasnya.

Tak hanya di ruang praktik dan kampus, dr. Cana aktif membangun ruang edukasi digital. Melalui akun Instagram @dr.canarifiza.r, TikTok, Threads, serta komunitas WhatsApp Sehat ala Dokter, ia rutin membagikan konten edukasi kesehatan yang dikemas dengan bahasa sederhana, aplikatif, dan berbasis sains.

Ribuan pengikut aktif mengikuti kanal edukasi tersebut, menjadikan dr. Cana sebagai salah satu figur dokter yang berhasil menjembatani pengetahuan medis akademik dengan kebutuhan masyarakat awam. Isu-isu seperti gangguan hormon, masalah pencernaan, kelelahan kronis, hingga kesehatan mikrobioma dibahas tanpa kesan menggurui.

dr. Cana berkomitmen untuk terus memperluas literasi kesehatan berbasis functional dan integrative medicine, terutama agar masyarakat memahami bahwa kesehatan bukan semata-mata soal mengobati penyakit.

“Kesehatan adalah proses menjaga keseimbangan tubuh sejak dini. Semakin cepat kita paham tubuh sendiri, semakin besar peluang untuk hidup sehat dalam jangka panjang,” tutupnya.

Dengan konsistensi di dunia akademik, klinis, dan edukasi publik, dr. Cana Rifiza dinilai sebagai sosok dokter yang tidak hanya mengobati, tetapi juga membangun kesadaran khususnya bagi perempuan untuk lebih memahami dan merawat tubuhnya secara menyeluruh.

BERITA KESEHATAN

Writer: AY | Editor: FS