
Binjai |inidetik.com Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menemui Sopian Daulai Nadeak, guru honorer SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, yang dilaporkan orang tua murid ke Polrestabes Medan atas dugaan penganiayaan.
Pertemuan berlangsung di rumah Sopian Daulai Nadeak di Kota Binjai, Jumat (31/10). Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan harapannya agar kedua pihak, baik guru maupun orang tua murid, dapat menempuh jalan damai.
“Kalau dari kita, pasti ingin damai dua-duanya. Harapan kita tentu dari pihak sekolah, murid, dan orang tua murid, ini sama-sama tugas kita mendidik anak. Jadi kita inginnya damai,” ujar Bobby.
Namun demikian, Bobby menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memberikan dukungan penuh kepada guru yang bertindak benar dalam melaksanakan tugas mendidik.
“Kalau memang dari orang tua murid berkeras tidak mau damai, ya pemerintah provinsi akan mem-backup penuh guru kita yang dalam hal ini melerai perkelahian, tapi malah dilaporkan ke polisi. Kita akan backup penuh,” tegasnya.
Kronologi Kasus
Kasus bermula ketika Sopian Daulai Nadeak mencoba meleraikan perkelahian antarsiswa di sekolahnya, SMK Negeri 1 Kutalimbaru, pada Jumat (3/10). Ia mengamankan para siswa ke ruang Bimbingan dan Konseling (BK).
Tak lama kemudian, orang tua salah satu siswa datang ke sekolah dan langsung memukul murid yang hendak berkelahi dengan anaknya. Bahkan, Sopian yang mencoba melindungi murid turut menjadi korban pemukulan.
Tidak berhenti di situ, Sopian mengaku ditunggu di luar sekolah dan kembali dianiaya hingga mengalami luka di wajah, termasuk bibir pecah dan lebam di bawah mata kanan dan kiri.
Akibat kejadian tersebut, Sopian membuat laporan ke Polsek Kutalimbaru dengan Nomor LP/B/39/IX/2025/SPKT/POLSEK KUTALIMBARU. Namun, di sisi lain, orang tua murid juga melaporkan Sopian ke Polrestabes Medan atas dugaan penganiayaan terhadap anaknya.
Pesan Gubernur untuk Guru
Dalam kunjungan itu, Bobby juga meminta agar Sopian tidak mengundurkan diri dari profesinya sebagai guru. Ia mempersilakan Sopian untuk beristirahat sementara guna menenangkan diri dari tekanan kasus yang dihadapinya.
“Jangan mundur, enggak boleh. Tadi saya sampaikan enggak boleh. Enggak apa-apa dikasih waktu cuti menenangkan pikiran dan keadaan atas kejadian ini,” ujar Bobby.
Bobby turut menyampaikan pesan kepada seluruh guru di Sumatera Utara agar tidak takut dalam menjalankan tugas mendidik siswa.
“Saya percaya penuh guru-guru di Sumut bertindak baik. Silakan memberikan teguran kepada anak-anak jika bersalah,” katanya.
“Tapi juga jangan terlalu keras, jangan sampai ada luka fisik atau trauma. Hukuman itu untuk membuat jera, bukan untuk membuat trauma,” tambahnya.(*)


