Henti Jantung Bisa Menyerang Siapa Saja, Termasuk Orang yang Tampak Sehat

Jakarta | inidetik.com – Henti jantung atau serangan jantung tidak selalu menyerang orang yang memiliki riwayat penyakit jantung. Menurut para dokter, banyak kasus justru terjadi pada orang yang terlihat sehat dan aktif beraktivitas setiap hari.

Fenomena ini sering membuat masyarakat lengah, karena kondisi tersebut dapat muncul secara mendadak tanpa gejala yang jelas. Dalam banyak kasus, penderita tampak sehat beberapa saat sebelumnya sebelum tiba-tiba kolaps atau kehilangan kesadaran.

Dokter spesialis jantung menjelaskan, henti jantung terjadi ketika aktivitas listrik jantung berhenti mendadak, sehingga jantung tidak lagi memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara serangan jantung biasanya disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah koroner yang menghentikan aliran darah ke otot jantung. Meski berbeda, kedua kondisi ini bisa saling berkaitan dan sama-sama berpotensi fatal jika tidak segera ditangani.

“Orang tanpa riwayat penyakit jantung pun bisa mengalami henti jantung mendadak, terutama jika ada faktor risiko tersembunyi seperti gangguan irama jantung, kelainan genetik pada otot jantung, stres berat, atau gaya hidup tidak sehat,” kata seorang dokter spesialis jantung di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Ia menambahkan, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan jantung seperti nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur, pusing mendadak, hingga keringat dingin tanpa sebab.

Penanganan cepat menjadi faktor penentu keselamatan pasien. Pertolongan pertama dengan CPR (resusitasi jantung paru) dan penggunaan alat kejut jantung otomatis (AED) dalam beberapa menit pertama dapat meningkatkan peluang hidup secara signifikan.

Dokter juga mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan jantung, menjaga pola makan, berolahraga teratur, serta mengelola stres guna mencegah risiko henti jantung mendadak.