
Jakarta I inidetik.com Pemerintah resmi mengumumkan pembatasan kuota penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk periode 2025–2026. Kebijakan ini diambil guna menyesuaikan alokasi anggaran sekaligus memfokuskan program pada bidang yang dinilai strategis bagi pembangunan nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP, Sudarto, menjelaskan bahwa jumlah pendaftar terus meningkat tajam setiap tahun, sementara penerimaan harus dikendalikan.
“Pada 2025 ini pendaftarnya mencapai 78.000 orang, tetapi yang diterima hanya sekitar 4.000. Tahun 2025 dan 2026 mungkin kami akan sangat terbatas menerima pendaftar tersebut,” ujar Sudarto, dikutip dari kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (14/10/2025).
Data LPDP mencatat, pada 2023 jumlah pendaftar sebanyak 33.396 orang dengan 9.358 penerima. Tahun 2024, angka pendaftar naik menjadi 52.842 orang, sementara penerima turun menjadi 8.592 orang. Hingga 31 Agustus 2025, tercatat 78.588 pendaftar, dengan 1.492 di antaranya telah lolos seleksi tahap pertama.
Menurut Sudarto, kebijakan pembatasan bersifat sementara karena berkaitan dengan proyeksi arus kas (cash flow) keuangan LPDP. “Tahun 2027 akan kami lakukan lagi peningkatan jumlah awardee,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menegaskan bahwa pembatasan tidak dimaksudkan sebagai pengurangan, melainkan strategi untuk menyesuaikan kebutuhan negara.
“Membatasi bukan berarti mengurangi, membatasi itu menstrategiskan,” kata Stella, dikutip dari Kompas.com.
Ia menekankan bahwa pemerintah mengarahkan LPDP agar lebih fokus pada penguatan lulusan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), sesuai arahan Presiden.
“Anggaran selalu terbatas, dan kebijakan untuk LPDP ini sebenarnya adalah untuk menstrategiskan apa yang paling dibutuhkan negara,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, yang menyebut 80 persen beasiswa LPDP akan dialokasikan untuk bidang STEM, baik riset fundamental maupun terapan.
“Beasiswa lainnya akan diarahkan untuk mendukung industrialisasi,” ungkap Brian dalam keterangan resminya.
Dengan strategi baru ini, pemerintah berharap LPDP dapat lebih terarah dan berdampak besar, khususnya dalam mendorong inovasi, penguasaan teknologi, dan industrialisasi yang menopang pembangunan nasional di masa depan.(*)


