
PEMATANGSIANTAR I inidetik.com Silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan ajaran yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan menegaskan, menyambung tali silaturahim merupakan bagian dari keimanan kepada hari akhir.
Atas semangat inilah sejumlah tokoh masyarakat dari Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun berinisiatif membentuk sebuah wadah organisasi yang diberi nama Perkumpulan Silaturahmi Siantar–Simalungun (Permisi).

Gagasan pendirian organisasi ini berawal dari adanya grup WhatsApp yang semula digunakan sebagai media komunikasi. Namun, karena dinilai kurang efektif dan jarang melakukan pertemuan langsung, para pengurus bersepakat mendirikan wadah resmi agar kegiatan dapat berjalan lebih terarah.

Permisi kini diketuai oleh Drs. Limar Munawardy dengan didampingi Aliondo Bonatua Sinaga, SH sebagai Sekretaris dan Endang Wahyu, Amd.Kebid sebagai Bendahara.
Organisasi ini mengusung tiga program pokok, yaitu:
1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Ikut serta dalam peningkatan ekonomi kerakyatan.
3. Membina serta melestarikan adat istiadat dan budaya nasional.
Dengan visi tersebut, Permisi hadir untuk mempererat persaudaraan, menjaga keharmonisan hubungan antarwarga, serta memperkuat semangat kebersamaan tanpa memandang agama, suku, maupun lingkungan. Hingga kini, sebanyak 50 organisasi masyarakat (ormas) telah bergabung di dalam wadah Permisi.
Pada kesempatan itu, perwakilan Bupati Simalungun dari Kesbangpol turut menyampaikan sambutan dan memberikan apresiasi.
“Pemerintah Kabupaten Simalungun menyambut baik berdirinya Permisi ini. Semoga wadah ini menjadi ruang silaturahmi yang sehat, serta mampu memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Siantar–Simalungun. Kami berharap Permisi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah, baik dari sisi sosial, budaya, maupun pemberdayaan ekonomi,” ujar perwakilan Kesbangpol dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua terpilih Drs. Limar Munawardy dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan harapan besar terhadap keberadaan organisasi ini.
“Alhamdulillah, Permisi akhirnya dapat terbentuk sebagai wadah persatuan kita bersama. Saya mengajak seluruh anggota dan ormas yang tergabung untuk menjadikan Permisi sebagai ruang kebersamaan, tempat kita memperkuat iman, meningkatkan ekonomi kerakyatan, sekaligus melestarikan adat dan budaya. Dengan bersatu, kita akan lebih kuat menghadapi tantangan zaman dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Siantar–Simalungun,” ungkapnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen pengurus, Permisi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya masyarakat yang rukun, sejahtera, dan berdaya saing di tengah keberagaman.(*)


