Rupiah Melemah ke Rp16.620 per Dolar AS, Analis Soroti Tekanan Global dan Fiskal

Jakarta I inidetik.com Nilai tukar rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan pasar spot Jumat (3/10/2025), berada di level Rp16.620 per dolar AS, turun sekitar 22 poin atau 0,13 persen dibanding hari sebelumnya.

Pergerakan mata uang Asia lainnya juga beragam. Peso Filipina menguat 0,06 persen, sedangkan yen Jepang turun 0,24 persen dan baht Thailand melemah 0,03 persen.

Menurut para analis, pelemahan rupiah kali ini tak semata efek pergerakan pasar valuta asing, melainkan kombinasi tekanan dari luar dan dalam negeri.

“Pelemahan rupiah belakangan ini terutama dipicu oleh tekanan ekonomi global dan retorika kebijakan fiskal pemerintah,” ujar seorang analis kepada media ekonomi.

Sementara itu, Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebut bahwa kurangnya disiplin fiskal turut menjadi faktor internal yang memperburuk kondisi rupiah. Belanja pemerintah yang ekspansif tanpa dukungan penerimaan yang kuat, menurut dia, membebani nilai tukar.

Dengan kondisi seperti ini, pelaku pasar kini menyoroti langkah lanjutan dari Bank Indonesia (BI) dan pemerintah dalam menjaga stabilitas kurs, terutama di tengah ketidakpastian global dan dinamika kebijakan fiskal.