
Jakarta | inidetik.com — Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (3/11), tertekan oleh sentimen global akibat pernyataan bernada hati-hati dari sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) terkait arah kebijakan suku bunga.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh komentar Gubernur The Fed Jerome Powell yang menurunkan optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan.
“Meskipun Federal Reserve telah memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu, namun komentar Jerome Powell bahwa pemangkasan lebih lanjut belum tentu dilakukan membuat pelaku pasar berhati-hati,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Nada serupa juga disampaikan oleh sejumlah pejabat The Fed lain. Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid menilai sektor tenaga kerja masih stabil dan inflasi AS tetap tinggi, sementara Presiden The Fed Dallas Lorie Logan menentang pemangkasan suku bunga lebih lanjut jika inflasi belum benar-benar menurun. Adapun Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack menyebut suku bunga tinggi masih dibutuhkan untuk menekan inflasi secara berkelanjutan.
Selain faktor The Fed, pasar juga dibayangi oleh penutupan (shutdown) pemerintahan AS yang telah memasuki pekan kelima. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian baru terhadap ekonomi AS.
“Penutupan pemerintah AS telah menunda rilis data ekonomi penting dan menimbulkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap perekonomian secara lebih luas,” kata Ibrahim.
Para senator AS dijadwalkan kembali bersidang hari ini, namun perundingan terkait RUU Pendanaan masih menemui jalan buntu, meskipun Presiden AS Donald Trump telah mendesak Partai Republik mengakhiri filibuster untuk mempercepat proses legislasi.
Akibat kombinasi faktor eksternal tersebut, rupiah pada penutupan perdagangan melemah 45 poin atau 0,27 persen menjadi Rp16.676 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.631 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat turun ke level Rp16.664 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.625 per dolar AS.(*)


