
Pematangsiantar I inidetik.com Komunitas Paduan Suara PS AlLFESTA CANTARE (Alumni Festival GKPI) menggelar Perayaan Ulang Tahun ke-1 di Wisma Letare, Pematangsiantar, dalam suasana penuh sukacita dan rasa syukur kepada Tuhan.
Perayaan ini tidak hanya menandai satu tahun perjalanan pelayanan PS. ALFESTA CANTARE, tetapi juga menjadi momen pengutusan dan doa pemberangkatan bagi Calon Bishop GKPI periode 2025–2030, Pdt. Dr. Ro Sininta Hutabarat, M.Th., serta Calon Sekretaris Jenderal GKPI, Pdt. Dr. Teddi P. Sihombing, M.M., M.Th.
Seluruh anggota ALFESTA CANTARE hadir dengan busana serba putih, melambangkan ketulusan, kemurnian hati, dan kesungguhan melayani. Satu tahun kebersamaan ini menjadi bukti bagaimana komunitas yang lahir dari semangat melayani Tuhan di Gereja GKPI Jemaat Khusus Siantar Kota kini tumbuh menjadi komunitas rohani yang kuat, solid, dan penuh kasih persaudaraan.
Kepengurusan ALFESTA Periode 2024–2026
1. Ketua: Pnt. Ejon Os Avon J. Siahaan
2. Sekretaris: Ariene C. P. br. Siahaan
3. Bendahara: Tienny br. Sitohang
4. Dirigent: Dinton Siagian
Penasehat:
• Pnt. Leonardus Simanjuntak, S.H., M.H.
• Pnt. Ir. P. Sibarani
Struktur kepengurusan ini menjadi fondasi bagi ALFESTA CANTARE untuk terus melangkah bersama, mengembangkan pelayanan musik dan sosial dengan hati yang setia.
Dukungan dan Teladan dari Pdt. Dr. Ro Sininta Hutabarat
Dalam kesempatan itu, seluruh anggota ALFESTA CANTARE menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada Pdt. Dr. Ro Sininta Hutabarat, M.Th., yang sejak awal berdirinya paduan suara ini senantiasa memberikan dukungan moral, spiritual, dan motivasi pelayanan.
Beliau menegaskan bahwa paduan suara bukan hanya ajang penampilan suara, tetapi pelayanan rohani yang menggerakkan hati jemaat dan memuliakan Tuhan.Sebagai wujud kasih dan doa, pengurus serta seluruh anggota ALFESTA CANTARE mempersembahkan Ulos dan Ikan Mas kepada Pdt. Dr. Ro Sininta Hutabarat dan Pdt. Dr. Teddi P. Sihombing. Pemberian ini menjadi simbol doa restu dan dukungan agar keduanya diberkati dalam tanggung jawab pelayanan di tingkat sinodal.
Salah satu bagian paling berkesan dalam perayaan ini adalah penyampaian Ulos dan Dekke (ikan mas arsik) kepada Pdt. Dr. Ro Sininta Hutabarat dan Pdt. Dr. Teddi P. Sihombing sebagai simbol doa restu dan dukungan rohani menjelang Sidang Sinode Am GKPI (SAP) yang akan berlangsung pada 14–19 Oktober 2025.Tradisi ini dipimpin oleh Pnt. Leonardus (Leo) Simanjuntak, S.H., M.H., yang juga menjadi salah satu penasehat ALFESTA CANTARE. Dalam nuansa adat Batak Toba yang khidmat, beliau menyampaikan umpasa (pantun adat) yang sarat makna doa dan pengharapan:
“Sai horas ma tu hita sude,
Sai marhite dohot pangomoan,
Gabe Bishop dohot Sekjen na marhite Tuhan,
Molo holong do tondimu tu Debata.”
Momen ini menjadi simbol sinergi antara iman Kristen dan budaya Batak Toba, di mana doa, adat, dan pelayanan berpadu dalam harmoni yang indah. Suasana perayaan pun terasa hangat, haru, dan penuh makna.
Hadirnya Para Pelayan dan Ucapan Syukur
Perayaan HUT dan doa pemberangkatan turut dihadiri oleh sejumlah pelayan GKPI di Pematang Siantar. Sementara itu Bapak Sakti Sihombing, selaku Bendahara Jemaat Khusus Siantar Kota, menyampaikan kesan bahwa kehadiran ALFESTA CANTARE selalu membawa sukacita bagi jemaat.
“Setiap kali mereka menyanyikan pujian, suasana ibadah terasa hidup. Kami bangga dengan prestasi dan dedikasi mereka. Kiranya semangat ini terus berbuah dalam pelayanan kepada Tuhan, Sang Raja Gereja,” ujarnya.
Potensi dan Dedikasi Anggota
Pelatih sekaligus Dirigent, Dinton Siagian, turut memberikan apresiasi terhadap semangat seluruh anggota ALFESTA CANTARE.“Saya melihat potensi luar biasa dalam komunitas ini. Mereka berlatih dengan hati dan melayani Tuhan lewat nyanyian. Itu hal yang berharga dan jarang ditemukan,” ungkapnya. Sementara itu, Ketua ALFESTA CANTARE, Pnt. Ejon Os Avon J. Siahaan, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang besar dari Pengurus Jemaat Khusus Siantar Kota dan seluruh warga jemaat. “Dukungan luar biasa ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus berlatih dan melayani dengan sungguh-sungguh. Kami ingin memuliakan Tuhan lewat setiap nada dan harmoni yang kami nyanyikan,” katanya dengan penuh semangat.
Satu Tahun, Seribu Syukur
Momentum HUT pertama ALFESTA CANTARE bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi juga perayaan iman dan kesetiaan kepada Tuhan.
Komunitas yang beranggotakan 40 orang ini telah menunjukkan bahwa musik rohani mampu menjadi jembatan kasih dan persekutuan.
Melalui latihan rutin setiap Kamis malam di Gereja Lama, yang selalu dimulai dan ditutup dengan doa, ALFESTA CANTARE bertekad untuk terus berkarya, bertumbuh dalam iman, dan menjadi berkat bagi GKPI dan masyarakat luas. “Kami bernyanyi bukan untuk tampil, tetapi untuk memuliakan Tuhan,” demikian pesan iman yang menjadi napas pelayanan Paduan Suara ALFESTA CANTARE. (Ejon siahaan/RL07)


