Al Washliyah Malaysia Apresiasi Diplomasi KBRI Kuala Lumpur dalam Memperkuat Hubungan Indonesia–Sabah

Malaysia, inidetik.com – Pengurus Perwakilan Luar Negeri Al Jam’iyatul Washliyah Malaysia menyampaikan apresiasi atas kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Iman Hascarya, kepada Ketua Menteri Sabah, Datuk Seri Panglima Haji Hajiji bin Haji Noor.

Pertemuan yang berlangsung pada 25 Mei 2026 tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Malaysia, khususnya dengan Negeri Sabah yang selama ini memiliki keterikatan historis, sosial, budaya, dan ekonomi yang sangat erat dengan Indonesia.

Pengurus Perwakilan Luar Negeri Al Washliyah Malaysia, Rasyid Riza, saat dihubungi media menyampaikan bahwa hubungan diplomatik yang dibangun kedua negara selama ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat di kedua belah pihak, termasuk dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan pembangunan sumber daya manusia.

“Hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya dengan Sabah, bukanlah hubungan yang baru terjalin. Diplomasi dan kerja sama ini telah berakar kuat selama puluhan tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Karena itu, kami mengapresiasi upaya KBRI Kuala Lumpur yang terus memperkuat komunikasi dan kemitraan strategis dengan Pemerintah Sabah,” ujar Rasyid, Selasa (9/06/2026).

Menurutnya, Sabah memiliki peran penting dalam sejarah hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia, terutama dalam bidang dakwah Islam dan pendidikan keagamaan. Ia mengingatkan bahwa pada tahun 1974 sejumlah mubaligh dari Indonesia, khususnya dari Medan, pernah ditugaskan ke Sabah untuk mengembangkan syiar Islam berlandaskan paham Ahlus Sunnah wal Jamaah.

“Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1974 sebanyak 18 mubaligh dari Indonesia dikirim untuk bertugas di Sabah. Kontribusi mereka dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam masih dapat dirasakan hingga hari ini. Organisasi dan jaringan pendidikan keagamaan yang dibangun kala itu tetap tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Rasyid juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Negeri Sabah, termasuk Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah dan Majlis Ugama Islam Sabah, atas komitmen mereka dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam serta menjaga keharmonisan kehidupan beragama di negeri tersebut.

Menurutnya, kerja sama yang harmonis antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan para dai maupun mubaligh Indonesia telah menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang moderat, religius, dan berorientasi pada pembangunan insan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh bentuk kerja sama yang telah terjalin selama ini. Sambutan baik dari institusi keagamaan dan pemerintah Sabah menjadi bukti bahwa hubungan persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Sabah terus terpelihara dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, Al Washliyah Malaysia berharap hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Sabah dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya di sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga dalam pengembangan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Harapan kami, kemitraan dalam bidang pendidikan dan pembangunan insan berbasis agama dapat terus tumbuh dan berkembang. Hubungan baik yang telah dibangun selama puluhan tahun harus menjadi modal penting untuk memperkuat persaudaraan serumpun serta menciptakan kemajuan bersama bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia,” pungkas Rasyid.

Kunjungan kehormatan Duta Besar RI kepada Ketua Menteri Sabah tersebut menjadi simbol kuat komitmen kedua pihak dalam mempererat hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Di tengah dinamika kawasan dan global, diplomasi yang mengedepankan persaudaraan, kerja sama ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

BERITA INTERNASIONAL

Writer: RR | Editor: FS