
Medan, Inidetik.com – Semangat pelestarian budaya Melayu kembali bergema melalui kegiatan Ruang Dialog Publik dan Pertunjukan Tarian Melayu yang diselenggarakan oleh Kedatukan Sunggal Serbanyaman di Aula SMP Negeri 1 Medan, Sabtu (30/05/2026). Mengusung tema “Pelestarian Budaya Melayu dalam Ruang Publik dan Edukasi Masyarakat”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur
Sejak pagi hari, suasana aula dipenuhi oleh tokoh adat, budayawan, akademisi, pelajar, serta masyarakat umum yang hadir dengan antusias untuk mengikuti rangkaian acara. Kegiatan diawali dengan dialog publik yang membahas tantangan dan peluang pelestarian budaya Melayu di era modern. Berbagai gagasan dan pemikiran disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga eksistensi budaya Melayu di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

Dalam forum tersebut, para peserta sepakat bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi karakter bangsa yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ruang publik dinilai memiliki peran penting sebagai media edukasi budaya yang mampu mendekatkan nilai-nilai tradisi kepada masyarakat secara lebih luas.
Tidak hanya menjadi forum diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan pertunjukan seni tari Melayu yang memukau. Gerak gemulai para penari yang anggun, diiringi alunan musik tradisional Melayu yang khas, berhasil membawa para penonton menyelami kekayaan seni dan filosofi budaya Melayu. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap penampilan, mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya yang masih hidup dan berkembang hingga saat ini.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pelestarian budaya memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.
“Budaya Melayu adalah identitas yang harus kita jaga bersama. Melalui dialog dan pertunjukan seni ini, kami ingin menghadirkan budaya lebih dekat kepada masyarakat serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya Melayu tetap memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, nilai-nilai budaya yang sarat dengan kearifan lokal masih mampu menjadi perekat persatuan, sumber inspirasi, dan kekuatan dalam membangun karakter bangsa.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Kedatukan Sunggal Serbanyaman berharap lahir berbagai inisiatif dan kolaborasi baru untuk menghidupkan ruang-ruang budaya di tengah masyarakat, sehingga seni dan budaya Melayu tidak hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat masa kini dan masa depan.
Menjaga Budaya Hari Ini, Merawat Identitas untuk Generasi Nanti
Kegiatan Ruang Dialog Publik dan Pertunjukan Tarian Melayu bukan sekadar sebuah acara seremonial, melainkan sebuah gerakan bersama untuk memastikan bahwa nilai, seni, adat, dan kearifan budaya Melayu tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara serta Indonesia secara keseluruhan. Dengan budaya yang lestari, jati diri bangsa akan tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Berita Medan
Writer : UB. | Editor : FS


