Bappelitbang Sumut Konsolidasikan 35 NGO, Dorong Akselerasi Prioritas Pembangunan Daerah

Medan, inidetik.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumut memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan mengonsolidasikan 35 lembaga mitra pembangunan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kolaborasi Prioritas Pembangunan Provinsi Sumut.

Rakor tersebut digelar di Aula Bina Graha Kantor Bappelitbang Sumut, Senin (26/1), dan dibuka langsung oleh Kepala Bappelitbang Sumut, Dr. Dikky Anugerah, M.SP.

Dalam arahannya, Dikky menegaskan bahwa peran mitra pembangunan, termasuk Non-Governmental Organization (NGO) dan mitra donor, menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah sesuai arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya sinkronisasi agar program mitra pembangunan selaras dengan prioritas pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara,” ujar Dikky.

Pada kesempatan tersebut, Dikky juga memaparkan secara komprehensif Prioritas Pembangunan Provinsi Sumatera Utara sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan.

Rakor ini dihadiri perwakilan dari 35 lembaga, yang terdiri atas NGO dan mitra donor yang aktif beroperasi di berbagai wilayah Sumatera Utara. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan terarah.

Salah satu perwakilan mitra pembangunan, Agus Marwan dari OPML, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemprov Sumut dalam memfasilitasi forum koordinasi tersebut.

“Kami mengapresiasi rapat koordinasi ini. Forum ini menjadi wadah penting untuk membangun sinergi nyata antara pemerintah dan mitra pembangunan yang bekerja langsung di lapangan,” kata Agus Marwan

Turut mendampingi Kepala Bappelitbang dalam kegiatan ini antara lain Sekretaris Bappelitbang, para kepala bidang, pejabat fungsional, serta staf Bappelitbang Sumut.

Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing mitra pembangunan. Setiap lembaga memaparkan program kerja yang sedang dan akan dijalankan, termasuk lokasi spesifik pelaksanaan program di kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Langkah tersebut bertujuan untuk memetakan sebaran intervensi pembangunan, mencegah tumpang tindih program, serta memastikan bantuan dan kegiatan pembangunan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.

BERITA MEDAN

Writer: AM | Editor: FS