Bonus Demografi, Generasi Z Jadi Harapan sekaligus Tantangan bagi Indonesia

Jakarta I inidetik.com Besarnya jumlah generasi muda di Indonesia menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi bangsa. Jumlah mereka yang relatif besar bisa menjadi motor penggerak pembangunan, namun juga berpotensi menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penduduk yang lahir pada rentang tahun 1997–2012 atau yang dikenal sebagai generasi Z mencapai 27,94 persen dari total populasi Indonesia. Artinya, jumlah generasi Z kini menembus 74,93 juta jiwa.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, sebelumnya menekankan bahwa bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan. “Bonus demografi bisa menjadi berkah jika dikelola dengan tepat. Namun, tanpa perencanaan dan strategi, hal ini justru bisa menjadi beban bagi pembangunan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Hal senada disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. Menurutnya, generasi Z memiliki potensi besar dalam bidang teknologi, kreativitas, dan kewirausahaan. “Tugas pemerintah adalah menyediakan ruang, lapangan kerja, dan ekosistem yang mendukung agar energi besar generasi Z dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa,” kata Suharso.

Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Indonesia, Payaman Simanjuntak, menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi generasi Z adalah menyiapkan keterampilan sesuai kebutuhan industri masa depan. “Jika tidak diantisipasi, akan ada kesenjangan antara jumlah tenaga kerja dengan lapangan kerja yang tersedia. Akibatnya, pengangguran terdidik bisa meningkat,” jelasnya.

Dengan jumlah yang mendekati 75 juta jiwa, generasi Z dipandang sebagai kunci keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan momentum bonus demografi. Namun, peluang itu hanya bisa terwujud jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu bekerja sama dalam menyiapkan SDM yang unggul dan adaptif menghadapi perubahan zaman.(*)