
SIMALUNGUN, inidetik.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara mulai diarahkan pada pengembangan kawasan produktif dan kolaborasi ekonomi masyarakat. Salah satunya dilakukan Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 36/Harajaon Marpitu (Brigif TP 36/HM) melalui pengelolaan kawasan percontohan ketahanan pangan di Batu 20, Kabupaten Simalungun.
Komitmen tersebut mengemuka saat DPD Gerak 08 Sumatera Utara melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Brigif TP 36/HM di Nagori Sigodang, Kecamatan Panei, Simalungun, Rabu (23/9/2026).
Rombongan yang dipimpin Ketua DPD Gerak 08 Sumut Torop Sihombing diterima langsung Komandan Brigif TP 36/HM Kolonel Sunardi. Pertemuan membahas peluang sinergi dalam penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan hilirisasi produk lokal.
Brigif TP 36/HM Kembangkan Lahan Produktif
Usai pertemuan, Kolonel Sunardi bersama Danyonif TP 901/SG Letkol Mahfudz mengajak rombongan Gerak 08 meninjau kawasan percontohan ketahanan pangan yang dikelola prajurit Yonif TP 901/Suhul Gading.
Di atas lahan sekitar 53 hektare, berbagai kegiatan produktif dikembangkan secara terintegrasi. Mulai dari budidaya jamur tiram, pembibitan, peternakan unggas hingga penggemukan sapi, domba dan kambing.
Tidak berhenti pada produksi pangan, kawasan tersebut juga mengembangkan budidaya maggot dan produksi pupuk mandiri. Inovasi tersebut diarahkan untuk mendukung pertanian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.
Pengelolaan kawasan ini menunjukkan pendekatan ketahanan pangan yang tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, tetapi menggabungkan pertanian, peternakan, pembibitan dan pengelolaan sumber daya dalam satu kawasan produktif.
Gerak 08 Tawarkan Hilirisasi Sawit Tua
Dalam pertemuan dengan Brigif TP 36/HM, Torop Sihombing memaparkan program ekonomi kerakyatan yang dikembangkan Gerak 08 melalui Koperasi Produsen Gerak Nusantara.
Salah satu programnya adalah pemanfaatan pohon kelapa sawit tua menjadi produk bernilai ekonomi, termasuk gula merah. Menurut Torop, program tersebut telah memiliki pilot project seluas 10 hektare.
“Gerak 08 sudah melakukan kerja sama produksi dengan pilot project seluas 10 hektare lahan,” ujar Torop, didampingi Sekretaris DPD Gerak 08 Sumut Ferry Simarmata dan Bendahara Parluhutan Banjarnahor.
Kolonel Sunardi menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Ia menilai penguatan usaha mikro dan hilirisasi potensi lokal dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan ketahanan pangan.
“Kita siap bersama-sama berkolaborasi untuk mendorong Pemda dan masyarakat untuk memajukan program ketahanan pangan,” kata Sunardi.

Dari Lahan Produktif Menuju Ekonomi Masyarakat
Kolaborasi Brigif TP 36/HM dan Gerak 08 Sumut membuka peluang untuk menghubungkan kawasan produktif dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi Brigif TP 36/HM, pengembangan kawasan ketahanan pangan menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi wilayah. Sementara Gerak 08 membawa pendekatan koperasi, usaha mikro dan hilirisasi produk.
Sinergi tersebut diharapkan dapat melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, UMKM dan kelompok usaha sehingga manfaat kawasan produktif tidak berhenti pada produksi, tetapi juga berkembang menjadi rantai ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kawasan 53 hektare di Batu 20 pun menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui ekosistem yang menghubungkan lahan, produksi, inovasi, peternakan, pengelolaan sumber daya dan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Brigif TP 36/HM dan Gerak 08 Sumut kini membuka ruang bagi pengembangan program ketahanan pangan yang lebih konkret dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
BERITA SIMALUNGUN Writer: DDA | Editor: FS


