
Deli Serdang, inidetik.com — Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) terus memperkuat agenda transformasi digital nasional melalui program pemberdayaan masyarakat bertajuk Indonesia Terkoneksi: Transformasi Digital untuk Masa Depan yang digelar di Pancur Gading Hotel & Resort, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (15/6).
Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi percepatan perkembangan teknologi global sekaligus memperluas pemahaman publik terkait pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, hingga pembangunan nasional.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi transformasi digital yang memberikan perspektif komprehensif mengenai masa depan ekosistem digital Indonesia serta tantangan yang menyertai revolusi teknologi.
Anggota Dewan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi, Virgie Baker, dalam pemaparannya menjelaskan arah kebijakan strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur konektivitas digital nasional. Ia menegaskan pemerintah terus mempercepat pembangunan Base Transceiver Station (BTS), memperluas akses internet desa, serta memastikan pemerataan layanan digital hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pada kesempatan yang sama, akademisi Dr. Bakhrul Khair Amal hadir sebagai narasumber setelah menerima undangan resmi dari Plt. Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Komdigi, Sudarmanto, untuk memberikan materi dalam kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat tersebut.
Dalam presentasinya bertajuk “Menyongsong Era Digital: Transformasi Teknologi, Kesiapan Generasi, dan Masa Depan Sumatera Utara”, Dr. Bakhrul Khair Amal menekankan bahwa perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), komputasi awan (cloud computing), dan big data telah mengubah cara manusia hidup, bekerja, serta berkomunikasi secara fundamental. Menurutnya, literasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama agar masyarakat mampu beradaptasi di tengah disrupsi teknologi global.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI menghadirkan dua sisi sekaligus, yakni ancaman terhadap sejumlah jenis pekerjaan konvensional, namun di saat bersamaan membuka peluang baru bagi individu yang memiliki kemampuan belajar, kreativitas, dan daya adaptasi tinggi terhadap perubahan teknologi.
Secara khusus, Bakhrul menyoroti kesiapan generasi muda di Sumatera Utara dalam menghadapi ekonomi digital.
Berdasarkan berbagai studi yang dipaparkannya, masih terdapat kesenjangan kompetensi literasi digital antar generasi yang dipengaruhi faktor usia, budaya, serta pola pemanfaatan teknologi. Karena itu, dunia pendidikan dinilai memegang peranan strategis dalam mencetak talenta digital masa depan.

Menurutnya, perguruan tinggi dan institusi pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai keterampilan digital, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, problem solving, serta integritas moral dalam menggunakan teknologi. Dosen dan tenaga pendidik juga dituntut menjadi teladan dalam membangun budaya digital yang sehat, bertanggung jawab, dan produktif.
Lebih jauh, Bakhrul menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Ia menyoroti pentingnya empat pilar literasi digital, yakni etika digital, budaya digital, keterampilan digital, dan keamanan digital, sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab di ruang digital.
Sementara itu, praktisi transformasi digital Dr.Fakhrur Rozi, S.Sos,M.I.Kom memaparkan implementasi digitalisasi di berbagai sektor, mulai dari pengembangan UMKM, tata kelola pemerintahan berbasis digital, komunikasi publik, hingga munculnya berbagai profesi baru yang berkembang seiring kemajuan teknologi kecerdasan buatan.
Jalannya kegiatan berlangsung interaktif dan dinamis dengan dipandu moderator Faisal Ruslan yang memfasilitasi dialog antara narasumber dan peserta, sehingga diskusi mengenai transformasi digital, tantangan teknologi, serta kesiapan masyarakat menghadapi era digital dapat berlangsung lebih komunikatif dan substantif.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat dan berlangsung melalui serangkaian agenda mulai dari registrasi peserta, pemaparan materi, diskusi interaktif, evaluasi melalui pre-test dan post-test, hingga penutupan resmi.
Melalui program Indonesia Terkoneksi, Komdigi menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi digital masyarakat sebagai bagian dari strategi nasional membangun Indonesia yang inklusif, terkoneksi, dan berdaya saing global.
Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam program ini dinilai menjadi langkah konkret dalam menyiapkan fondasi menuju visi besar Indonesia Emas 2045, yakni menghadirkan generasi muda Indonesia yang unggul secara teknologi, kritis dalam berpikir, produktif dalam berkarya, serta tetap berkarakter di tengah transformasi digital yang terus berkembang pesat.
BERITA SUMATERA UTARA
Writer: BKA | Editor: FS


