
MEDAN, inidetik.com – Buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme karya Iskandar, S.T. resmi diluncurkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (24/7). Peluncuran buku tersebut menjadi momentum untuk mendokumentasikan perjalanan pengabdian, kepemimpinan, dan gagasan Surya Paloh yang dinilai memiliki kontribusi dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, praktisi, insan pers, dan mahasiswa. Selain menjadi seremoni peluncuran buku, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pentingnya dokumentasi pemikiran tokoh bangsa sebagai bagian dari khazanah intelektual Indonesia.
Di sela kegiatan, pegiat media sosial sekaligus figur muda asal Sumatera Utara, Rais Khair, menyampaikan apresiasinya atas terbitnya buku tersebut. Menurutnya, sebuah karya tulis memiliki nilai strategis karena mampu merekam perjalanan gagasan yang abadi dan dapat dipelajari lintas generasi.
“Jejak pengabdian perlu diabadikan. Sebab, kepemimpinan yang baik tidak hanya dikenang melalui sejarah, tetapi juga diwariskan melalui gagasan yang terdokumentasi dengan baik, sosok beliau saya pikir harus menjadi insipirasi anak muda dalam perjalanannya menuju gerbang kesuksesan” ujar Rais Khair.
Rais menilai bahwa budaya menulis dan mendokumentasikan perjalanan tokoh bangsa merupakan bagian penting dalam memperkuat tradisi literasi di Indonesia. Ia mengatakan, di tengah derasnya arus informasi digital, buku tetap menjadi sumber pengetahuan yang mampu memberikan pemahaman secara komprehensif dan mendalam.
Lebih lanjut, ia berharap semakin banyak tokoh bangsa yang mendokumentasikan pengalaman, pemikiran, serta nilai-nilai perjuangannya dalam bentuk karya tulis agar dapat menjadi referensi bagi generasi penerus.
“Buku bukan sekadar media untuk merekam peristiwa, tetapi juga menjadi ruang bagi lahirnya refleksi, pembelajaran, dan inspirasi. Generasi muda membutuhkan lebih banyak karya yang mengajarkan cara berpikir, integritas, serta semangat pengabdian kepada bangsa,” tambahnya.
Menurut Rais, kehadiran buku Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme menunjukkan bahwa literasi memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pemikiran seorang tokoh. Ia menegaskan bahwa gagasan yang dituliskan akan memiliki daya hidup yang lebih panjang dibandingkan sekadar narasi yang disampaikan secara lisan.
Peluncuran buku tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya literatur mengenai kepemimpinan nasional, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya membaca, menulis, dan mendokumentasikan gagasan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang kritis, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.
BERITA MEDAN
Writer: RS | Editor: FS


