
Jakarta, inidetik.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengungkapkan apresiasinya kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang tetap mempertahankan suku bunga rumah subsidi sebesar 5 persen.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan atas dukungannya dengan tidak menaikkan bunga untuk rumah subsidi, sehingga bunga rumah subsidi tetap 5 persen,” ujar Ara di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Ara menyampaikan, kuota rumah subsidi pada tahun depan akan ditingkatkan menjadi 350.000 unit. Selain itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga mendapat alokasi lebih besar, dari 45.000 unit renovasi rumah pada 2025 menjadi 400.000 unit di 2026.
“Saya sudah laporkan penyerapan anggaran di Kementerian PKP, saya janjikan penyerapan kami itu di Desember 2025 akhir itu paling tidak 96 persen akan tercapai,” katanya.
Sementara itu, Menkeu Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat koordinasi dan menyelesaikan hambatan kebijakan lintas kementerian.
“Ini semuanya kita yang bikin, aturannya kita yang bikin. Jadi kita bisa bereskan dengan cepat itu,” ujar Purbaya.
Sebagai informasi, program rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan skema pembiayaan yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui program ini, pemerintah memberikan dana murah kepada bank penyalur agar masyarakat dapat memiliki rumah dengan bunga rendah, uang muka ringan, dan tenor panjang.
Maruarar menegaskan, program FLPP akan terus menjadi solusi utama dalam mengatasi backlog kepemilikan rumah di Indonesia.(*)


