Motif Sakit Hati, Cewek Asal Lampung Potong Alat Kelamin Kekasih Pakai Cutter: “Sedikit Menyesal tapi Puas”

Bandar Lampung, Inidetik.com — Windi Sintia (28), perempuan asal Lampung, harus berurusan dengan hukum setelah memotong alat kelamin kekasihnya, KA (34), menggunakan pisau cutter. Aksi sadis itu dilatarbelakangi rasa sakit hati dan cemburu karena korban diketahui menjalin hubungan dengan banyak wanita lain.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di area Lapangan Baruna, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, pada Minggu malam (19/10/2025). Saat itu, keduanya sedang bertemu dan sempat terlibat perdebatan sebelum akhirnya pelaku melancarkan aksinya.

Dalam video yang beredar di akun Instagram @feedgramindo, Windi mengaku puas meski sempat menyesal setelah memotong alat kelamin korban.

“Sedikit menyesal, tapi saya puas,” ujar Windi dalam pengakuannya.

Windi mengatakan, kemarahan dan dendamnya memuncak setelah mengetahui bahwa korban menikah dengan wanita lain, padahal hubungan mereka sudah terjalin sejak 2019.

“Selama pacaran banyak sakit hatinya. Sudah ada saya tapi dia masih main ke sana-sini, masih bohong dan selingkuh. Saya sudah tersiksa batin,” ungkapnya.

Ia bahkan mengaku sudah menyiapkan pisau cutter sehari sebelumnya, dengan niat agar kekasihnya tidak bisa lagi berhubungan dengan perempuan lain.

“Pisau cutter dibeli satu hari sebelum bertemu. Jadi spontan aja, biar dia nggak bisa berhubungan intim sama yang lain,” kata Windi.

Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dan membuang cutter tak jauh dari lokasi. Korban yang mengalami luka parah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.

Kanit Reskrim Polsek Panjang Ipda P. Marpaung membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pelaku berhasil ditangkap sehari kemudian di rumahnya, kawasan Bumi Waras, Bandar Lampung.

“Pelaku diamankan tanpa perlawanan. Barang bukti berupa pisau cutter dan celana korban yang berlumuran darah turut disita,” jelas Marpaung.

Kini Windi Sintia ditahan di Mapolsek Panjang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif dan kondisi psikologis pelaku.(*)