Rupiah Menguat ke Rp16.612 per Dolar AS pada Jumat Pagi

Jakarta (Inidetik.com) – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi, 24 Oktober 2025. Berdasarkan data pasar spot, rupiah dibuka di posisi Rp16.612 per dolar AS, menguat dibanding penutupan sebelumnya di level Rp16.640 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi di tengah melemahnya indeks dolar AS setelah rilis data ekonomi Amerika menunjukkan perlambatan inflasi dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

“Pelemahan dolar AS memberi ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat. Selain itu, sentimen global yang lebih stabil juga menambah kepercayaan investor,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Rully Ananda, kepada Inidetik.com, Jumat (24/10).

Ia menambahkan, faktor domestik turut menopang penguatan rupiah, antara lain data surplus neraca perdagangan dan keyakinan pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang tetap menjaga stabilitas nilai tukar.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menyebutkan bahwa Bank Indonesia terus berada di pasar untuk memastikan ketersediaan likuiditas dan menjaga volatilitas rupiah tetap terkendali.

“BI akan selalu hadir menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi, dengan tetap mendukung upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dengan perkembangan tersebut, analis memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.580–Rp16.650 per dolar AS, dengan potensi penguatan lanjutan apabila sentimen eksternal tetap positif.(*)