Kisruh Pedagang akses jalan ke dalam pasar horas penuh barang sehingga pengunjung tak bisa jalan.

Pematangsiantar,i nidetik.com – Pedagang gedung dua lantai satu kembali mendatangi kantor Perusahaan daerah pasar horas jaya (PDPHJ) Dengan mennuntut supaya dagangan milik penjual tas dan sepatu bernama intan simanjuntak agar jangan menutup akses pengunjung. kamis pukul 10:00 di kantor pdphj kota pematangsiantar di gedung pasar horas lantai tiga. (18_06/26)

Kedatangan para pedagang di sambut oleh karyawan pdphj di kantor perijinan, para pedagang ingin bertemu direktur oprasional Evra sasky dananik menurut mereka dia lah yang bertangung jawab masalah ini, karyawan yang di jumpai oleh pedagang langsung menghubungi dirop tersebut tidak terlalu lama evra sasky dananik pun tiba dikantor dan dialog pun terjadi pedagang yang di ketahui bermarga sibarani memulai dialog kepada evra ” Pak evra kalau bisa akses jalan yang di tutup intan simanjuntak seger di tertib kan karena menghalangi jalan pengunjung ke kios kami dan kalau bisa dalam waktu cepat karena dia intan telah melanggat peraturan dan segera di bongkar kanopi yang menghambat akses jalan pengunjung” Ungkap perepuan berusia enam puluhan tahun yang sudah malang melintang berjualan selama tiga puluhantahun di pasar horas.

Berna lumban batu pemilik salon rani mengatakan kepada media ” Tolong pak evra agar akses jalan secepat nya ditindak kalau kalian tidak berani berarti kami menduga bapak telah di suap oleh intan” Kata nya kesal

Setelah itu evra sasky dananik menjawab mereka akan merespon permintan para pedagang secepat nya dan paling lama senin depan kami akan melakukan bersama jajaran menertibkan kios intan Simanjuntak. ” Kami akan beritahukan hal ini kepada dirut bomen silalahi biar kami ambil langkah untuk membongkar kanopi milik ibu intan”kata evra.

RISMA PURBA SALAH SATU KARYAWAN PDPHJ DITENGAH AWAK MEDIA MELIPUT DENGAN SENGAJA MEMUKUL KAMERA WARTAWAN.

Di tengah media hendak meliput dan mengambil foto seorang karyawan pdphj dengan sengaja hendak merusak kamera milik wartawan dan sambil berlalu.

Sungguh tidak beretika karyawan pak bolmen silalahi ini ia tidak sadar bahwa gaji nya di bayar oleh masyarakat.

Para pedagang kayawan ini harus di tindak tegas sebab arogan

Berita Pematangsiantar

Writer :  RL07.  | Editor : FS