
Kabul/Islamabad I inidetik.com Ketegangan di perbatasan Afghanistan–Pakistan kembali meledak menjadi konflik bersenjata. Dentuman artileri dan rentetan peluru menghantam udara Minggu malam (12/10), ketika pasukan Taliban melancarkan serangan besar-besaran ke enam titik pertahanan militer Pakistan di sepanjang garis Durand.
Militer Pakistan langsung membalas tanpa kompromi. Pertempuran sengit pun pecah, menjadikannya salah satu bentrokan paling mematikan sejak Taliban kembali berkuasa di Kabul pada 2021.
Kronologi Baku Tembak
Laporan media lokal menyebutkan, suara artileri berat dan tembakan senapan mesin terdengar sepanjang malam. Rekaman yang ditayangkan Radio Pakistan memperlihatkan nyala peluru menghiasi langit perbatasan seperti medan perang terbuka.
Konflik meletup hanya beberapa hari setelah jet tempur Pakistan menggempur wilayah sekitar Kabul. Pemerintah Afghanistan yang kini dikendalikan Taliban menyebut serangan itu sebagai provokasi, lalu membalas dengan operasi darat ke pos-pos militer Pakistan.
“Operasi pembalasan berhasil dilakukan,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Enayatullah Khwarizmi, melalui unggahan di platform X, dikutip Al Jazeera.
Perang Klaim Korban
Taliban mengklaim telah menewaskan 58 tentara Pakistan dan merebut 25 pos militer. Sebaliknya, Islamabad membantah. Militer Pakistan menyebut hanya 23 personelnya yang tewas, dan menegaskan lebih dari 200 pejuang Taliban berhasil dilumpuhkan.
Namun kubu Taliban membantah klaim tersebut. Mereka menyebut hanya sembilan tentaranya yang gugur. Hingga kini, angka korban dari kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen karena akses jurnalis ke lokasi sangat terbatas.
Pakistan Tuduh Taliban Serang Warga Sipil
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, mengecam keras serangan Taliban. Menurutnya, peluru juga menghantam permukiman warga sipil.
“Menyerang warga sipil adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” tegas Mohsin. “Tidak satu pun provokasi akan dibiarkan tanpa balasan.”
Akar Masalah: TTP
Hubungan Taliban Afghanistan dan Pakistan memburuk sejak isu kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mencuat. Islamabad menuduh TTP menjadikan Afghanistan sebagai basis perlindungan untuk melancarkan teror di Pakistan, khususnya di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.
Data resmi Pakistan mencatat lebih dari 500 korban tewas akibat serangan TTP sejak Januari hingga pertengahan September 2025. Laporan PBB juga menyinggung adanya dukungan logistik TTP dari jaringan bersenjata di Afghanistan. Isu Regional: India Ikut Diseret
Pakistan menuding India berada di balik konflik dengan memberikan dukungan kepada Taliban maupun kelompok separatis. Namun New Delhi membantah dan justru menyalahkan Pakistan sebagai “rumah aman” bagi militan di Kashmir. Ancaman Instabilitas Asia Selatan
Belum ada komentar resmi dari PBB maupun Washington terkait eskalasi terbaru ini. Namun pengamat menilai konflik berpotensi memicu krisis regional, mulai dari arus pengungsi lintas perbatasan, ancaman teror lintas negara, hingga risiko terbukanya front baru di Kashmir.


