SAINTEK ITSI Gelar Bimtek, Dr. Bakhrul Khair Amal: PKM Tidak Diukur dari Banyaknya Program

Medan, inidetik.com — Narasumber Bimbingan Teknis Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Sains dan Teknologi (SAINTEK) Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan PKM tidak ditentukan oleh banyaknya program yang dijalankan, melainkan oleh dampak sosial yang dihasilkan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Bimbingan Teknis PKM bagi mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman dan Teknik Kimia Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026 yang digelar di Ruang Sidamanik PT LPP Agro Nusantara, Kamis (15/1/2026).

Menurut Dr. Bakhrul, mahasiswa yang melaksanakan PKM perlu mengedepankan pendekatan non-instruktif dengan menghargai struktur sosial, kearifan lokal, serta peran tokoh masyarakat di lingkungan perkebunan sawit.

“Perubahan perilaku petani tidak bisa dipaksakan melalui ceramah teknis. Mahasiswa harus hadir sebagai pendamping yang membangun kepercayaan dan kesadaran bersama,” ujarnya.

Ia menilai bahwa kegagalan sejumlah program pengabdian kerap terjadi karena pendekatan yang terlalu teknokratis, tanpa memahami konteks sosial dan budaya masyarakat sasaran.

Relasi Sosial Menentukan Keberlanjutan Program

Dr. Bakhrul menambahkan, keberhasilan PKM akan tercapai apabila mahasiswa mampu membangun relasi sosial yang baik dengan masyarakat, sehingga program yang dijalankan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi berlanjut secara mandiri.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus dipahami sebagai proses belajar dua arah, bukan sekadar transfer pengetahuan dari kampus ke petani.

“Ketika kepercayaan sudah terbentuk, perubahan akan tumbuh secara alami. Inilah yang menjadi fondasi keberlanjutan dalam PKM,” katanya.

Ia menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan PKM bukan pada kuantitas kegiatan, tetapi pada sejauh mana mahasiswa mampu mendorong perubahan perilaku petani secara bertahap dan berkelanjutan.

Upaya Kampus Perkuat Kualitas Pengabdian

Bimbingan teknis tersebut merupakan bagian dari upaya Fakultas Sains dan Teknologi ITSI dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman teknis, etika, dan pendekatan sosial sebelum terjun langsung melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan PKM agar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat dan mendukung pembangunan pertanian sawit yang berkelanjutan.

Pimpinan Kampus dan Narasumber Hadir

Hadir sebagai tamu dan pimpinan dalam kegiatan tersebut antara lain Rektor ITSI Dr. Purjianto, S.E., M.M., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Aulia Juanda, S.Si., M.Si., Kepala Program Studi Proteksi Tanaman Ingrid Ovie Yosephine, S.P., M.Sc., serta Kepala Program Studi Teknik Kimia Ir. Muhammad Syukri, S.T., M.T.

Panitia menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si. dan Dr. M. Nuh Dawi Saragih, yang menyampaikan materi terkait tata cara, pedoman, dan etika pelaksanaan PKM di lapangan.