
SIMALUNGUN, Inidetik.com – DPD Gerak 08 Sumut bersama Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 36/Harajaon Marpitu (Brigif TP/36 HM) terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Siantar-Simalungun.
Gerak 08 memfasilitasi kelompok tani memahami pertanian dan peternakan terintegrasi yang dikelola Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 901 Suhul Gading di Batu 20, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (3/10/2026).Ketua Gerak 08 Sumut, Torop MH Sihombing, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Brigif TP 36/HM.
Kelompok tani dampingan Gerak 08 hadir sekaligus menyambut hari ulang tahun TNI yang diperingati setiap 5 Oktober.

“Tentara bukan hanya urusan perang tapi perlu dalam urusan ketahanan pangan. Pangan sangat berhubungan erat dengan kedaulatan negeri,” ujarnya.
Sekretaris Gerak 08, Ferry Simarmata, berharap kegiatan ini membuahkan solusi atas kondisi masalah petani khususnya di Siantar-simalungun.
“Ini satu bentuk kemitraan, harapannya potensi pertanian yang ada di Siantar-Simalungun semakin terjamin,” ucap Ferry.
Komandan Brigif TP/36 HM, Kolonel Sunardi, menjelaskan tujuh Batalyon di Sumut yang dibawahi Brigade Infanteri, bertugas dalam satuan teritorial pembangunan, termasuk Kompi Pertanian, Kompi Peternakan dan Kompi Konstruksi.
“Sesuai arahan Pak Presiden, tujuannya untuk membantu masyarakat karena petani adalah tulang punggung negara ini. Kami siap bekersama membantu petani,” ucapnya.
Komandan Yonif TP 901 Suhul Gading, Letkol Mahfudz, mengatakan pihaknya memiliki alat pertanian modern yang dapat digunakan petani.
Ia juga memperkenalkan pertanian dan peternakan terintegrasi secara langsung kepada kelompok tani.
“Di sini kami juga mengelola pertanian terintegrasi dan membuat pupuk organik,” . ucapnya.
“Kami siap membantu petani untuk mewujudkan swasembada pangan melalui pertanian dan peternakan terintegrasi,” katanya menambahkan.
Ketua Kelompok Tani Unedo, Sahata Nababan, mengapresiasi program TNI untuk ketahanan pangan.
“Kehadiran kami di sini mendapat ilmu dan pemahaman khususnya pertanian terintegrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Pematangsiantar, Roy Yantho Simangunsong mendukung sepenuhnya program ketahanan pangan kolaborasi Brigif TP 36 HM dan Gerak 08. Dalam kesempatan ini, Roy memastikan IKADIN memberikan pendampingan hukum secara gratis kepada petani yang mengalami permasalahan hukum.
Hadir kelompok tani dampingan Gerak 08, Petani Unedo Balata, Petani Pematang Bandar, Bandar Masilam, Kelompok Tani Tiga Bolon, Pemuda Mataram, dan Kelompok Tani Gurilla Siantar.
Masing masing kelompok tani menerima berbagai jenis bibit pohon dari Brigif TP 36/HM. Setelah perkenalan ini, kelompok tani memilih satu jenis usaha yang akan didampingi oleh TNI
Berita Simalungun
Writer : SL | Editor : FS


