
PEMATANGSIANTAR, inidetik.com – Keamanan di kawasan Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, kembali menjadi sorotan. Seorang pekerja harian lepas (BHL) yang bekerja sebagai tenaga kebersihan di pasar tersebut diduga terlibat dalam aksi pencurian barang milik pedagang.
Kasus tersebut terjadi di Gedung I Lantai I Pasar Horas, Kecamatan Siantar Barat. Peristiwa itu menambah keresahan pedagang yang selama ini mengeluhkan keamanan di kawasan pasar, terutama ketika aktivitas perdagangan mulai sepi dan para pedagang meninggalkan kios mereka.
Koordinator Kebersihan Pasar Horas, Jurianto Siregar, membenarkan bahwa terduga pelaku merupakan pekerja yang dipekerjakan sebagai tenaga harian lepas.
Menurut Jurianto, terduga pelaku telah dibawa ke Polsek Siantar Barat untuk menjalani proses mediasi bersama pedagang yang menjadi korban. Dalam proses tersebut, turut hadir perwakilan pekerja Pasar Horas, termasuk petugas ketertiban dan keamanan.
“Pelaku sudah kita bawa ke Polsek Siantar Barat dan dilakukan mediasi dengan pedagang di polsek. Hadir juga perwakilan pekerja Pasar Horas,” kata Jurianto Siregar, Jumat (21/8/2026).
Jurianto menjelaskan, tenaga yang diduga terlibat merupakan pekerja yang direkrut sementara melalui mekanisme penyerapan tenaga kerja. Sementara pekerja tetap yang biasanya menjalankan tugas kebersihan di lokasi tersebut disebut sedang tidak dapat bekerja karena sakit.
“Pelaku adalah anak BHL yang dipekerjakan sementara. Pekerja tetap ketika itu tidak dapat bekerja karena sakit,” ujarnya.
Kasus ini memunculkan pertanyaan di kalangan pedagang mengenai sistem pengawasan dan keamanan di dalam Pasar Horas. Sebab, pekerja yang bertugas di lingkungan pasar memiliki akses dan keleluasaan untuk berada di area tersebut pada saat sebagian besar pedagang telah meninggalkan tempat usaha.
Seorang pedagang yang mengaku kehilangan sejumlah buah jeruk dan botol minuman menilai kondisi keamanan pasar semakin memprihatinkan. Ia berharap pengelola segera melakukan pembenahan dan memperketat pengawasan.
“Sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan kalau kondisi pasar seperti ini. Dari awal kami menduga pelakunya orang dalam karena mereka leluasa berada di area pasar. Sekarang terbukti ada pekerja yang diduga menjadi pelaku. Kalau memang tidak mampu mengelola keamanan, sebaiknya pasar ini dikembalikan saja ke dinas agar lebih aman,” katanya.
Sementara itu, Reza Dalimunte menyampaikan bahwa kasus tersebut telah diajukan kepada bagian kepegawaian untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, sejumlah pedagang mempertanyakan langkah manajemen Pasar Horas dalam menangani persoalan keamanan. Mereka berharap kasus tersebut tidak berhenti pada mediasi, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, pengawasan pekerja, serta akses keluar-masuk kawasan pasar.
Pedagang juga menyoroti sejumlah persoalan lain di Pasar Horas, termasuk kondisi lapak dan pembangunan kanopi yang dinilai semakin menjamur. Mereka berharap manajemen di bawah kepemimpinan Bolmen Silalahi melakukan pembenahan secara nyata terhadap tata kelola pasar.
Keresahan pedagang tersebut menunjukkan bahwa persoalan keamanan tidak semata-mata berkaitan dengan satu kasus pencurian. Mereka menginginkan adanya sistem pengamanan yang mampu memberikan rasa aman, baik kepada pedagang maupun pengunjung pasar.
BERITA PEMATANGSIANTAR
Writer: RL07 | Editor: FS


